PERBEDAAN MENGERJAKAN PROYEK PERANGKAT LUNAK DENGAN MENGERJAKAN PROYEK REKAYASA LAINNYA

- Pengerjaan suatu proyek pastinya akan selalu berbeda tergantung bagaimana jenis proyek tersebut, tujuan proyek, SDM yang melaksanakan, dan juga bagaimana pengelolaannya. Suatu proyek merupakan proses pekerjaan yang harus diselesaikan dengan kurun waktu tertentu dan dengan tujuan yang jelas, dengan melibatkan banyak faktor dalam pengerjaannya, diantaranya SDM, biaya, ruang lingkup, serta waktu pengerjaan. Perbedaan proyek biasa dengan proyek perangkat lunak adalah tentang objek dimana perangkat lunak pasti fokus terbesarnya adalah membuat dan menjalankan suatu perangkat dengan bahasa pemrograman. 

- Meninjau dari hal tersebut, maka timbul pertanyaan mengapa mengerjakan suatu proyek perangkat lunak jauh lebih memiliki permasalahan dibandingkan dengan mengerjakan proyek rekayasa biasa. 

- Menurut Hughes (2006,p4), proyek perangkat lunak memiliki karakteristik tertentu yang membuat proyek ini berbeda dengan proyek lainnya. Diantaranya :

1. Invisibility : proyek perangkat lunak kemajuannya tidak dapat dilihat secara langsung,

2. Complexity : produk perangkat lunak memiliki lebih banyak kompleksitas termasuk dari sisi biayanya,

3. Comformity : pengembangan proyek perangkat lunak harus menyesuaikan kebutuhan dan zaman yang akan datang,

4. Flexibility : perangkat lunak dapat diperbarui dan diubah lebih mudah.

# Hal ini dikarenakan suatu proyek perangkat lunak membutuhkan ketelitian yang besar karena bahasa pemrograman harus benar untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Salah perintah sedikit saja, maka output yang dikeluarkan tentu akan berbeda. Selanjutnya, dibutuhkan orang-orang berkompeten dan berpengalaman di bidang perangkat lunak agar proyek berjalan sesuai dengan rencana. Suatu proyek perangkat lunak lebih bersifat logis dari pada proyek rekayasa lain yang lebih mengedepankan elemen fisik. Pengembangan proyek perangkat lunak akan selalu mengalami revisi sesuai dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan juga zaman untuk disesuaikan pada kebutuhan. Selain itu, pada pengembangan ini tidak terdapat kepastian estimasi biaya, berbeda dengan proyek lain pada umumnya estimasi pembiayaan sudah terstruktur dari awal hingga akhir. Hal ini menyebabkan tidak adanya rencana estimasi yang matang untuk proyek perangkat lunak sehingga terdapat resiko biaya pengeluaran yang drastis diluar estimasi. 

Daftar pustaka: 
https://id.itpedia.nl/2019/07/12/wat-is-het-verschil-tussen-software-engineering-en-programmeren/
https://media.neliti.com/media/publications/146292-ID-rekayasa-resiko-pengembangan-perangkat-1.pdf
https://id.strephonsays.com/software-engineering-and-vs-system-engineering-8995

Komentar